Insomnia merupakan kesulitan untuk memulai tidur
maupun mempertahankan tidur, sulit kerapkali terbangun di malam hari. Ada
insomnia yang terjadi hanya beberapa hari, tetapi ada juga yang terjadi jangka
panjang atau kronis.
Gangguan tidur ini tak mampu dianggap sepele. Dokter
dari klinik gangguan tidur di rsup dr. Sardjito, yogyakarta, dr. Astuti sp.s
(k) mengatakan, kalau insomnia dibiarkan berpribadi terus-menerus, mampu
mengundang banyak sekali sakit.
Astuti menterangkan, tidur merupakan proses biologis
aktif, di mana hormon-hormon tertentu dipembuatan dikala tidur. Ada hormon
melatonin atau hormon tidur yang banyak disekresi oleh tubuh pada malam hari
dikala tidur.
Lalu ada hormon pertumbuhan yang berkhasiat untuk
tumbuh kembang dan hormon untuk memerbaiki sel-sel tubuh yang rusak setelah
digunakan seharian. Dikala tidur, tubuh, termasuk otak beristirahat dulu.
"jadi kalau enggak mampu tidur, sempurna akan
menimbulkan kekacauan, sesampai daya tahan tubuh turun. Akibatnya mudah terkena
sakit alasannya merupakan proses bilogis yang tidak tepat," terang astuti.
Dengan demikian, insomnia yang membuat seseorang
kurang tidur mampu meningkatkan risiko banyak sekali sakit, mirip obesitas,
diabetes, jantung, sampai gangguan mental.
Astuti memaparkan, dikala kurang tidur, hormon grelin
dan leptin juga menjadi tidak seimbang. Pembuatan leptin atau hormon yang
menekan napsu makan akan lebih sedikit dipembuatan dibanding grelin atau hormon
napsu makan.
"Kalau grelinnya meningkat, semangat makan akan
meningkat, mampu obesitas, gangguan metabolik, gangguan lipid, lalu insulin
yang dipembuatan sel pankreas enggak berkualitas sesampai tidak mampu mengolah
gula yang kita makan masuk ke sel, risiko diabetes jadi lebih tinggi,"
papar astuti.
Kurang tidur, lanjut astuti, mampu menimbulkan reaksi
inflamasi dan degenerasi sel lebih cepat sesampai memicu munculnya banyak
sekali sakit yang menyerang organ-organ di tubuh, mirip jantung sampai ginjal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar