Insomnia ialah masalah tidur yang paling umum dijumpai. Mengalami sulit tidur
selama berhari-hari atau jangka panjang akan menyebabkan kurang tidur yang
memengaruhi kesehatan tubuh maupun mental.
Sedikitnya, ada 5 dampak buruk
dari masalah insomnia bagi kesehatan.
1. Meningkatkan kecemasan
Insomnia membuat seseorang
lebih muda cemas atau khawatir terhadap sesuatu. Hasil kurang tidur, hormon
kortisol yang dikenal dengan hormon stres menjadi semakin meningkat.
Detak jantung dan tekanan darah
tinggi meningkat. Mengatasi stres bisa sebagai salah satu cara mencegah
insomnia.
2. Marah tanpa alasan
Menurut ahli gangguan tidur,
profesor throne, kurang tidur benar-benar dapat memengaruhi kesehatan otak.
Penelitian menunjukkan, orang yang insomnia cenderung akan sangat sensitif
sesampai mudah marah denga hal-hal yang sepele, dan suasana hatinya kurang
positif.
Menurut beberapa ilmuwan,
kondisi itu terjadi alasannya adalah kurang tidur mensugesti amigdala, bagian
otak yang tentang dengan emosi.
3. Kerusakan kulit
Saat sedang tidur, tubuh akan melakukan kegiatan memperbaiki sel-sel dan jaringan kulit. Jadi, jikalau kurang tidur hasil
insomnia dapat merugikan kesehatan kulit alasannya adalah pembuatan kolagen
menurun. Hasilnya, penuaan akan lebih cepat terjadi pada kulit.
4. Keinginan makan berlebih
Sejumlah penelitian menemukan
kaitan antara insomnia dengan kegemukan. Ternyanya, kurang tidur bisa memicu
seseorang merasa lapar
Sebuah studi 2012 menunjukkan
kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin yang menunjukkan sinyal rasa lapar.
Selain itu, orang yang insomnia cenderung memilih makanan yang asin dan manis
ketika lapar.
5. Sulit berkonsentrasi
Insomnia juga dikenal berdampak
buruk bagi fungsi kognitif. Contohnya, menjadi sulit untuk konsentrasi
sampai meningkatkan risiko kecelakaan ketika mengemudi. Kurang tidur juga
membuat otak terasa lelah yang membuat seseorang tak bisa berpikir dengan baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar