Meski insomnia menghinggapi orang-orang di zaman modern, faktanya apabila menengok jauh ke belakang, insomnia bukanlah hal yang baru. Berdasarkan Kamus Etimologi Online, kata insomnia mulai muncul pada 1623. Dalam Kamus Bahasa lnggris yang ditulis oleh Henry Cockeram, dikenal
dengan istilah lnggris”insomnie berasal dan bahasa Latin,insomnia” yang terjemahan bebasnya adalah keinginan untuk tidur, tetapi tak bisa tidur’ Bentuk modern-nya adalah yang dikenal saat ini,
Minsomnia yang dan tahun 1758 telah mulai banyak digunakan.
Insomnia bukanlah suatu penyakit. Insomnia adalah suatu keadaan ketika seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Rata-rata setiap orang pernah
mengalami insomnia sekali dalam hidupnya, Insomnia tak hanya kondisi sulit tidur, tapi juga seluruh gangguan tidur, seperti sering terjaga saat tidur, sulit memulai tidur, hingga tidak bisa mencapai
kualitas tidur yang normal. Sebenarnya serta lebih mudah emosi oleh hal-hal kecil. Sebaliknya, apabila kita mendapat tidur yang cukup dan berkualitas, kita akan memiliki energi dan gairah untuk menjalani aktivitas sehari-hari dan terlihat lebih segar, relaks, atau lebih muda.
Para praktisi kesehatan menyarankan kepada orang dewasa untuk memiliki waktu tidur antara 6—8 jam dalam sehari. Namun, tak sedikit orang yang hanya tidur 4 jam dalam sehari tetap memiliki kondisi tubuh yang bugar dan sehat Bagaimana itu bisa terjadi? Fakta tersebut mengungkapkan bahwa ternyata setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda, tergantung pada seberapa banyak aktivitas fisik dan seherapa berat aktivitas otak yang ¡a lakukan. Juga, tergantung usia, kondisi kesehatan, maupun kebiasaan-kebiasaan lain semasa perkembangannya menjelang dewasa. Dokter Nurmiati Amir, ahli kedokteran jiwa dan RSCM Jakarta mengatakan,’Boleh-boleh saja tidur 4 jam, asalkan saat bangun di pagi han kita merasa segar dan terpulihkan. Kalau kita justru merasa lesu dan tak ada semangat, itu artinya kita memang kurang tidur.’
Kualitas tidur amat kita butuhkan karena pada saat kita tidur nyenyak atau NREM (Non-Rapid Eye Movement), tubuh akan menghasilkan hormon pertumbuhan yang berguna untuk regenerasi sel-sel dan meningkatkan imunitas terhadap penyakit. Hormon perturnbuhan dan perbaikan sel ini hanya dikeluarkan tubuh di malam han dan tidak bisa digantikan dengan tidur siang.Keadaan tidur nyenyak adalah ketika seseorang akan sulit dibangunkan, dan apabila ia bermimpi, ketika bangun ia sudah tidak mengingat mengenal isi mimpiriya tersebut. Suatu keadaan yang memungkinkan sel-set saraf yang berfungsi sebagai pusat kendali dapat beristirahat atau berelaksasi. Pada saat itulah, keseimbangan biokimia tubuh yang terqanggu dipulihkan. Menurut para peneliti, tidur diperlukan pula untuk menjernihkan memori jangka pendek.
Dalam otak dan meriyediakan ruang untuk penyerapan informasi baru. Matthew Walker, asisten profesor bidang psikologi di UC Berkeley mengatakan, Ibaratnya, inbox e-mail pada hippocompus
C bagian dan otak besar) kita penuh, dan jika kita tidak tidur dan membuang semua e-mail yang tak perlu itu, kita tidak akan bisa menerima e-mail yang baru’. Sayangnya, ada banyak orang yang tak bisa mendapatkan tidur yang berkualitas. Mengikuti perkembangan zaman modern, orang orang mulaiterjebak’oleh pekerjaan, disadari ataupun tidak, ketika tiba waktunya untuk tidur mereka tidak melakukan sebagaimana mesinya. Hal ini kemudian mendorong timbulnya gangguan pola biologis tubuh, termasuk jadwal tidur. Salah satu gangguan tidur ini umumnya adalah insomnia. Di lnggris, Francesco Cappuccio, Direkiur Program Tidur, Kesehatan, dan Masyarakat di University of Warwick
mengatakan,Masyarakat modern makin kurang waktu tidurnya. Hal ini lebih banyak terjadi pada karyawan full time karena ada tekanan dan kebutuhan bekerja Iebih ¡amar Sedangkan, dalam penelitian di Amenika Senikat, sekitar 15 persen dan populasi mengalami gangguan insomnia yang cukup serius.
Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia, diperkirakan 10 persen penduduk menderita insomnia, dan sering tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Padahal, insomnia ataupun gangguan tidur Iainnya
tak boleh diremehkan. Mengapa demikian? Sebab, tidak memperoleh tidur yang berkualitas dapat menimbulkan banyak kerugian, semisal, timbulnya kelelahan bertumpuk tak dapat dihindari. Akibatnya, produktivitas kerja terganggu, daya ingat berkurang, dan ketika kelelahan berhasil menurunkan tingkat kewaspadaan, kecelakaan dapat terjadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar